KOMPAS.com - Putus asa karena gaji Anda
"tujuh koma", alias tanggal 7 sudah "koma"? Ternyata, hal
ini dialami oleh banyak perempuan, dan tak hanya di Indonesia tetapi juga di
negara lain. Tagihan-tagihan, iuran-iuran, belanja bulanan, dan lain
sebagainya, membuat gaji menguap dalam seminggu atau dua minggu saja.
Kebanyakan
kalangan pekerja di Inggris mengaku merasa kekurangan uang hanya 17 hari
setelah gajian, demikian menurut laporan Halifax, sebuah situs online
banking. Kesulitan yang dihadap para pekerja yang kekurangan uang ini
disebabkan perjuangan mereka untuk membayar tagihan rumah tangga yang terus
meningkat, dan banyak lainnya mengalami pemotongan gaji oleh atasannya. Yang
lebih mengkhawatirkan, satu dari 10 orang mengaku keuangannya mulai seret hanya
seminggu setelah menerima gaji bulanan.
Laporan dari Halifax ini diperoleh setelah mewawancara sekitar 2.000 orang dewasa, yang mengungkapkan bahwa kondisi ini menyebabkan munculnya generasi yang terobsesi untuk mengecek saldo rekening di bank. Bayangkan saja, satu dari lima orang ternyata mengecek rekening mereka setiap hari. Kemudian 22 persen dari populasi mengecek tabungannya lebih dari tiga kali seminggu, dan hampir 40 persen menyadari bahwa saldonya hanya tinggal 5 poundsterling (sekitar Rp 70.000).
Laporan dari Halifax ini diperoleh setelah mewawancara sekitar 2.000 orang dewasa, yang mengungkapkan bahwa kondisi ini menyebabkan munculnya generasi yang terobsesi untuk mengecek saldo rekening di bank. Bayangkan saja, satu dari lima orang ternyata mengecek rekening mereka setiap hari. Kemudian 22 persen dari populasi mengecek tabungannya lebih dari tiga kali seminggu, dan hampir 40 persen menyadari bahwa saldonya hanya tinggal 5 poundsterling (sekitar Rp 70.000).
Sir Mervyn
King, gubernur Bank of England, mengatakan para pekerja saat ini mengalami
"tekanan yang ganas" pada gaji mereka. "Saat ini kita mengalami
periode terpanjang dimana standar gaji gagal naik sejak tahun 1920-an,"
katanya.
Sekitar 1,5 juta keluarga saat ini menghadapi tekanan lanjutan. Diperkirakan, tunjangan anak akan dipotong pada tahun 2013, jika salah satu orangtua (atau keduanya) adalah pembayar pajak dengan tingkat lebih tinggi.
Sekitar 1,5 juta keluarga saat ini menghadapi tekanan lanjutan. Diperkirakan, tunjangan anak akan dipotong pada tahun 2013, jika salah satu orangtua (atau keduanya) adalah pembayar pajak dengan tingkat lebih tinggi.
Sumber: Marie Claire
Tidak ada komentar:
Posting Komentar